Monday, 18 June 2018

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA (1)

2.1 Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Jasa      
Definisi jasa menurut Kotler (dalam Tjiptono, 2005:16) adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud (intangible) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Berdasarkan definisi jasa tersebut diketahui bahwa di dalam jasa ada aspek interaksi antara pihak pelanggan dan pihak produsen jasa, meskipun pihak-pihak yang terlibat tidak menyadari. Jasa bukan merupakan suatu barang melainkan suatu proses atau aktivitas yang tidak berwujud. Produk jasa dapat berhubungan dengan produk fisik dan juga tidak berhubungan dengan produk fisik.

2.1.2 Karakteristik Jasa
Berdasarkan riset dan literatur pemasaran jasa mengungkapkan bahwa jasa memiliki sejumlah karakteristik unik yang membedakan dari barang dan berdampak pada cara memasarkannya. Menurut Tjiptono (2005:18) jasa terdiri atas lima karakteristik yaitu:

a.         Intangibility
Produk jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha. Jasa juga mengandung unsur experience quality dan credence quality yang tinggi. Experience quality adalah karakteristik-karakteristik yang hanya dapat dinilai pelanggan setelah pembelian, misalnya kualitas, efisiensi, dan kesopanan. Sedangkan credence quality merupakan aspek-aspek yang sulit dievaluasi dan setelah pembelian dilakukan, misalnya penilaian kemampuan diri pelanggan. Oleh sebab itu, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli atau dikonsumsi.

b.        Inseparability
Jasa diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang bersamaan serta tidak dapat dipisahkan dari penyedianya, baik penyedianya adalah manusia maupun mesin. Interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan merupakan ciri khusus dalam pemasaran jasa dan kedua pihak mempengaruhi hasil dari jasa tersebut. Dalam hubungan penyedia jasa dan pelanggan ini, efektivitas individu yang menyampaikan jasa merupakan unsur penting. Dengan demikian, kunci keberhasilan bisnis jasa ada pada proses rekrutmen, kompensasi, pelatihan, dan pengembangan karyawannya.

c.         Variability/heterogeneity/inconsistency
Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non-standardized output, artinya kualitas jasa sangat berubah-ubah, banyak variasi bentuk dan jenis, bergantung pada siapa yang memberikan, kapan, di mana, dan bagaimana jasa tersebut diberikan atau diproduksi. Menurut Bovee, Houston & Thill (dalam Tjiptono, 2005:21) terdapat tiga faktor yang menyebabkan variabilitas kualitas jasa yaitu kerja sama atau partisipasi pelanggan selama penyampaian jasa, moral/motivasi karyawan dalam melayani pelanggan, dan beban kerja perusahaan.

d.        Perishability
Jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan untuk dijual atau digunakan pada waktu yang akan datang. Perusahaan jasa sering mendesain strategi yang menghasilkan kesesuaian yang lebih baik antara permintaan dan penawaran. Dalam hal manajemen permintaan, penyedia jasa memiliki lima alternatif pendekatan yaitu mengurangi permintaan pada periode puncak, meningkatkan permintaan pada periode sepi, menyimpan permintaan dengan sistem reservasi dan janji (appointments), menerapkan sistem antrean sehingga pelanggan harus menunggu giliran untuk dilayani, dan mengembangkan jasa atau pelayanan komplementer.

e.         Lack of ownership
Lack of ownership merupakan perbedaan dasar antara pembelian barang dengan pembelian jasa. Dalam pembelian barang, pelanggan memiliki hak penuh atas penggunaan dan manfaat produk yang dibelinya. Sedangkan dalam pembelian jasa, pelanggan hanya memiliki akses personal terhadap suatu jasa dalam jangka waktu yang terbatas. Pembayaran biasanya ditujukan untuk pemakaian, akses atau penyewaan item tertentu berkaitan dengan jasa yang ditawarkan. Penyedia jasa bisa melakukan tiga pendekatan pokok dalam karakteristik ini yaitu menekankan keunggulan atau keuntungan non-ownership, menciptakan asosiasi keanggotaan untuk memperlihatkan kepemilikan, dan memberikan insentif bagi para pelanggan pengguna rutin.

No comments:

Post a Comment