2.1.3 Pemasaran Jasa
Perusahaan
jasa perlu menggunakan pemasaran untuk memposisikan dirinya di pasar sasaran
yang dipilihnya. Perusahaan jasa yang sukses memfokuskan perhatiannya pada
pelanggan dan pegawainya. Sukses suatu industri jasa tergantung pada sejauh
mana perusahaan mampu mengelola ketiga tipe pemasaran jasa sebagai berikut.
a.
Pemasaran eksternal
Pemasaran
oleh perusahaan jasa untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan melalui produk
berupa barang dan jasa yang dihasilkan. Pemasaran eksternal ini dijalankan
perusahaan melalui strategi bauran pemasaran jasa. Pemasaran eksternal
menggambarkan aktivitas normal yang dilakukan oleh perusahaan dalam
mempersiapkan jasa, menetapkan harga, melakukan distribusi, dan mempromosikan
jasa yang bernilai superior kepada pelanggan.
b.
Pemasaran internal
Pemasaran
oleh perusahaan jasa untuk melatih dan secara efektif memotivasi karyawan yang
mengurus pelanggan dan semua orang yang mendukung pemberian jasa tersebut untuk
bekerja sebagai suatu tim dalam rangka memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Pemasaran internal menggambarkan tugas yang lakukan perusahaan dalam rangka
melatih dan memotivasi para karyawan agar dapat melayani para pelanggan dengan
baik
c.
Pemasaran interaktif
Pemasaran
oleh sebuah perusahaan jasa yang mengenali bahwa persepsi kualitas jasa
bergantung sepenuhnya pada kualitas interaksi yang terjadi antara karyawan dan pelanggan.
Karyawan yang loyal dan bermotivasi tinggi diharapkan dapat memberikan Total
Quality Service kepada setiap pelanggan dan calon pelanggan.
2.1.4 Bauran Pemasaran Jasa
Bauran
pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk
membentuk karakteristik jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Menurut Tjiptono
(2005:31-32) bauran pemasaran jasa terdiri atas delapan unsur (7P+1C) yaitu:
a.
Produk (Product)
Produk
merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan
organisasi melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Dalam konteks
ini, produk bisa berupa apa saja, baik berwujud fisik maupun tidak dan dapat
ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
tertentu.
b.
Harga (Price)
Keputusan
bauran harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat
harga, struktur diskon, syarat pembayaran, dan tingkat diskriminasi harga di
antara berbagai kelompok pelanggan. Karakteristik intangible jasa
menyebabkan harga menjadi indikator signifikan atas kualitas.
c.
Promosi (Promotion)
Bauran
promosi tradisional meliputi berbagai metode untuk mengomunikasikan manfaat jasa
kepada pelanggan potensial dan aktual. Metode-metode tersebut terdiri atas
periklanan, promosi penjualan, direct marketing, personal selling,
dan public relations. Bauran promosi jasa membutuhkan penekanan tertentu
pada upaya meningkatkan penampakan tangibilitas jasa.
d.
Lokasi/distribusi (Place)
Keputusan
distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan
potensial. Keputusan ini meliputi keputusan lokasi fisik perusahaan jasa didirikan.
Selain hal tersebut, keputusan mengenai penggunaan perantara untuk meningkatkan
aksesibilitas jasa bagi para pelanggan, dan keputusan non-lokasi yang
ditetapkan demi ketersediaan jasa.
e.
Orang (People)
Bagi
sebagian besar jasa, orang merupakan unsur vital dalam bauran pemasaran jasa. Dalam
hubungannya dengan pemasaran jasa, maka orang berfungsi sebagai penyedia jasa
sangat mempengaruhi kualitas jasa yang diberikan. Keputusan dalam orang ini
berarti berhubungan dengan seleksi, pelatihan, motivasi, dan manajemen sumber
daya manusia.
f.
Bukti Fisik (Physical Evidence)
Karakteristik
intangible pada jasa menyebabkan pelanggan potensial tidak bisa menilai
suatu jasa sebelum mengonsumsinya. Hal ini menyebabkan resiko yang
dipersepsikan pelanggan dalam keputusan pembelian semakin besar. Oleh sebab
itu, salah satu unsur penting dalam bauran pemasaran adalah upaya mengurangi
tingkat resiko tersebut dengan jalan menawarkan bukti fisik dari karakteristik
jasa.
g.
Proses (Process)
Proses
merupakan gabungan semua aktivitas, umumnya terdiri atas prosedur, jadwal
pekerjaan, mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin, di mana jasa dihasilkan dan
disampaikan kepada pelanggan. Proses produksi atau operasi merupakan faktor
penting bagi pelanggan high-contact services yang juga berperan sebagai co-producer
jasa bersangkutan.
h.
Pelayanan Pelanggan (Customer Service)
Dalam
sektor jasa, layanan pelanggan dapat diartikan sebagai kualitas jasa yang
dipersepsikan oleh pelanggan. Layanan pelanggan pada pemasaran jasa lebih
dilihat sebagai hasil dari kegiatan distribusi dan logistik, di mana pelayanan
diberikan kepada pelanggan untuk mencapai kepuasan. Layanan pelanggan meliputi
aktivitas untuk memberikan kegunaan waktu dan tempat termasuk pelayanan pra-transaksi,
saat transaksi, dan pasca transaksi.
2.1.5 Kualitas Jasa
Kualitas
jasa berfokus pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta
ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan. Menurut Wyckof
(dalam Tjiptono, 2005:260) kualitas jasa adalah tingkat keunggulan yang
diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi
keinginan pelanggan. Menurut Gronroos (dalam Tjiptono, 2005:260) kualitas suatu
jasa yang dipersepsikan pelanggan terdiri atas dua dimensi utama yaitu dimensi technical quality dan dimensi functional quality. Menurut Zeithaml et al. (dalam Tjiptono, 2005:260) dimensi
technical quality dibedakan menjadi
tiga jenis yaitu search quality, experience quality, dan credence quality. Dalam industri jasa,
kualitas dapat diartikan sebagai semua karakteristik produk jasa (pelayanan)
yang membawa kemampuannya untuk dapat memuaskan kebutuhan yang diinginkan
pelanggan. Terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas jasa, yaitu
jasa yang diharapkan (expected service) dan jasa yang dipersepsikan (perceived
service)

No comments:
Post a Comment